MISS YOU
DISCLAIMER : NARUTO, HINATA, DAN CHARA
YANG LAINNYA ADALAH MILIK MASASHI KISHIMOTO
HAN, YAZI, HIRUKA, YURI, DAN MIZUTO ADALAH
MILIK AUTHOR :d
GENRE : ROMANCE/HURT/CONFORT
RETED : T+
WARNING: TYPO EVERYWHERE, GEJE, BANYAK
PERCAKAPAN, TANDA BACA SALAH, NO EYD, ALUR TIDAK JELAS, DLL
HAPPY READING d:
CHAPTER 5
BISSMILLAH...
.
.
" Apa ini, kenapa perasaanku sangat tidak enak" gumam Naruto yang tengah
berdiri di dalam ruangannya menatap keluar jendela.
" Naruto, tenanglah, aku yakin Hinata saat ini sedang minum teh disuna
sekarang" ucap Shikamaru sambil terduduk di bangku tepi ruangan tersebut.
" kalau memang begitu, kenapa perasaanku sangat tidak enak..." ucap Naruto
lalu berbalik dan berjalan kearah mejanya dan duduk 'Hinata' gumamnya lalu
mendongakkan kepalanya keatas.
Hari semakin sore, terlihat sinar keemasan yang menyeruak melewati jendela
ruang hokage yang langsung mengenai wajah tan milik sang hokage, tak bisa
dibohongi lagi, hatinya gusar menunggu informasi dari tim Kakashi yang tadi ia
kirimkan, Naruto pun mencoba menolehkan kepalanya kearah Shikamaru, didapatinya
dia sedang tertidur dengan berbantalkan tangan, terlihat wajah kelelahan disana,
Naruto yang melihatnya pun merasa iba, ia tahu Shikamaru hari ini bekerja sangat
keras, mulai dari menemaninya rapat dengan daimyo, mengerjakan laporan-laporan,
serta yang lainnya, Naruto pun memaklumi kenapa Shikamaru bisa sampi
ketiduran.
Naruto pun langsung berdiri dan melangkah menuju tempat Shikamaru" Shikamaru"
ucap Naruto menggoyang-goyangkan tubuh temannya itu.
" enggh" gumam Shikamaru terbangun.
" kau pulanglah dan beristirahatlah dirumah" ucap Naruto.
" itulah yang kutunggu dari tadi...hoaamz" ucap Shikamaru lalu bangkit dari
duduknya.
" bagaimana, ada kabar?" tanya Shikamaru kepada Naruto, Naruto yang tahu
maksut Shikamaru pun hanya menggeleng pelan lantaran belum mendapatkan kabar
sama sekali " sudahlah Naruto, aku yakin Hinata baik-baik saja, itu hanyalah
suatu pertanda yang belum diketahui kebenarannya" ucap Shikamaru, " kalau begitu
aku pulang dulu" lanjut Shikamaru lalu berjalan menuju pintu.
" ya" ucap Naruto.
"cklek" dibukalah pintu itu oleh Shikamaru, betapa kagetnya saat mendapati
Sasuke bersama Sakura sedang berdiri mematung di depannya.
"Sasuke?..Sakura? kenapa kalian berdiri disini?" tanya Shikamaru heran,
Naruto yang mendengar itu pun langsung mengalihkan pandangannya kearah
Shikamaru, dan benar betapa kagetnya saat melihat sahabatnya berada disana.
" Sasuke? Kenapa kau ada disni?" tanya Naruto lalu berjalan mendekati
Sasuke.
Pikiran Naruto langsung bertambah panik saat mendapati wajah menyesal
Sasuke.
"Sasuke? Ada apa, kenapa kau memasang wajah seperti itu?" tanya Naruto
khawatir.
" N-Naruto.. sebaiknya kau duduk dan biar kujelaskan semuanya" ucap Sasuke
gemetaran.
" ada apa denganmu? Bagaimana dengan Hinata? Dia baik-baik saja bukan?" tanya
Naruto khawatir sambil memandangi sahabatnya itu.
" duduklan dulu" ucap Sasuke lalu berjalan kedalam diikuti Sakura yang
gemetaran dan terlihat jejak air mata dikedua pipinya.
" Sakura-chan?, kenapa kau menangis?" tanya Naruto melihat jejak air
mata itu.
" apa yang terjadi sebenarnya? Katakan padaku SASUKE!" bentak Naruto pada
Sasuke yang sudah diambang batas kesabarannya.
" kubilang duduklah dul!u" ucap Sasuke berusaha setenang mungkin.
" hoei..hoei. ada apa sebenarnya ini" ucap Shikamaru lalu menutup pintunya
kembali dan bergegas berjalan mendekat kearah Sasuke dan Sakura.
Naruto pun duduk mengikuti saran Sasuke " baiklah ada apa sebenarnya?
Bagaimana keadaan Hinata tadi?" tanya Naruto berusaha menenangkan hatinya, tapi
sepertinya degup jantungnya sudah tak bisa dikendalikan lagi.
" b-bagini.." ucap Sasuke gugup 'bagaimana ini..ayolah Uchiha Sasuke!' batin
Sasuke merutuki kegugupannya.
" jadi?" tanya Naruto heran mendengar Sasuke menggantungkan perkataannya.
" n-Naruto kau yang sabar ya" ucap Sakura berusaha tenang.
"sabar?...sebenarnya ada apa?...kenapa aku harus sabar?" tanya Naruto heran
dengan degup jantung yang kian bertambah.
" k..kita terlambat" ucap Sasuke sambil menunduk.
" hah?" tanya Naruto heran, jantungnya semakin berdegup kencang.
" s-saat kami tiba disana..H-Hinata sudah..tak bernyawa" ucap Sasuke
bergetar.
"apa!?" tanya Naruto seakan tak percaya, jantungnya langsung berdegup lebih
kencang mendengar perkataan sahabatnya yang sudah diketahuinya tak mungkin
berbohong, pandangan matanya tiba-tiba menghitam, hal terakhir yang ia dengar
adalah teriakan Sasuke, Sakura, dan Shikamaru "Naruto!"
O0O
Dipandanginya wajah manis Hinata yang tengah terbaring pingsan
didepannya,Yuri ingat betul saat-saat pertama kali ia bertemu dengan gadis ini
yang langsung mengambil hatinya
FLASHBACK
waktu itu, dua minggu yang lalu tepatnya di jalan pinggir desa, Yuri terluka
parah diarea pahanya karena terkena tusukan kunai, ia berjalan terseok-seok
berusaha masuk kedalam wilayah Konoha untuk melepaskan diri dari kejaran musuh,
namun sayang sesaat setelah memasuki wilayah Konoha, ia langsung tersungkur dan
pingsan.
Sore itu, sinar matahari keemasan terlihat begitu indah, seorang gadis
berambut indigo panjang memakai topi bulat, tengah bersepeda mengelilingi desa
untuk memenuhi permintaan kekasihnya, untuk mencarikan setangkai bunga matahari
sebagai syarat mendapatkan hadiah yang telah disiapkan oleh kekasihnya , sang
gadis pun langsung turun dari sepeda setelah menemukan padang rumput yang luas,
tapatnya dipinggir desa Konoha.
" mungkin disini ada" gumamnya lalu berjalan menelusuri rumput yang setinggi
lututnya itu, sang gadis pun berjalan terus dan terus sampai akhirnya ia
menemukan beberapa tangkai bunga matahari yang terlihat menghadap kearah barat
"ahh, itu dia" gumamnya girang.
Ia pun langsung berlari kecil kerah bunga tersebut lalu memetik 2 tangkai
bunga matahari "akhirnya, Naruto-kun aku sudah mendapatkannya" gumam
sang gadis girang , tetapi saat ia beranjak berdiri, topi bulatnya langsung
terbang karena terpaan angin, ia bungung kemana arah topinya pergi.
" ahh itu dia" gumamnya lalu berlari mengejar topinya tadi, namun betapa
kagetnya saat pandangannya menangkap obyek yang lain, yaitu seorang ANBU yang
tengah terbaring lemah dengan luka dikakinya
" ya ampun" gumam sang gadis langsung berlari menghampiri tubuh tersebut
mengabaikan topinya.
"enngghh" lenguh Yuri saat merasakan luka dipahanya terasa sedang dibalut
oleh seseorang.
" kau sudah sadar ya?" tanya sang gadis, dan betapa kagetnya saat mengetahui
bahwa dia adalah seorang gadis secantik rembulan, " hei, kenapa kau memandangiku
seperti itu?" tanya sang gadis " nah sudah" ucap sang gadis saat menyelesaikan
ikatan yang terakhir " untung aku membawa kotak P3K" lanjutnya lalu menutup
kotak p3k yang selalu ia bawa kemana saja.
" namamu siapa?" tanya Yuri kepada sang gadis.
" namaku Hinata Hyuuga, salam kenal, namamu?" tanya sang gadis yang diketahui
bernama Hinata.
" Yurino, sebut saja Yuri" ucap Yuri menyodorkan tangannya, dan Hinata pun
langsung membalas tangan Yuri.
Lembut dirasakan Yuri saat tangan indah milik gadis itu menyentuh telapak
tangannya.
" salam kenal Yuri-san" ucap Hinata dengan lembut " apa yang terjadi sampai
kau mendapatkan luka seperti ini?" tanya Hinata.
" ohh, tadi aku diserang musuh" ucap Yuri memperbaiki posisi duduknya 'dia
manis sekali' gumam Yuri memandang wajah Hinata.
" hei, kenapa kau memandangiku seperti itu?" tanya Hinata merasa risih
dipandangi Yuri dengan cara yang aneh.
" ahh..tidak,, aku hanya saja masih tidak percaya ada seroang gadis semanis
dirimu yang mau menolongku" ucap Yuri, Hinata yang dibilang manis pun langsung
merona merah.
" ahh tidak juga" ucap Hinata menunduk menyembunjikan rona merahnya.
" nah Yuri, lukamu sudah ku obati, aku pulang dulu ya" ucap Hinata lalu
berusaha bangkit dari duduknya, namun sebelum Hinata berhasil berdiri, tangannya
ditahan oleh tangan Yuri " ada apa Yuri-san?" tanya Hinata kembali duduk.
" umm..k-kau sudah punya kekasih?" tanya Yuri yang tentu saja mengagetkan
Hinata, wajahnya langsung merona merah.
" umm..k-kurasa sudah, memangnya kenapa?" tanya Hinata menunduk.
"a-aku suka denganmu..kumohon jadilah kekasihku dan tinggalkan kekasihmu itu"
ucap Yuri meminta, Hinata yang mendengarnya pun langsung terlihat marah.
" apa? Dengar ya Yuri-san, memang kau terlihat tampan, tapi kau tak punya
satupun alasan untukku untuk meninggalkan kekasihku ingat itu!" ucap Hinata lalu
berdiri dan berjalan menuju topinya.
"kau bisa mendapatkan gadis yang lebih baik dariku" ucap Hinata tersenyum
kearah Yuri, Yuri yang melihatnya pun langsung terpana.
Dua hari mencari informasi tentang Hinata Hyuuga, Yuri langsung kaget
lantaran diketahui bahwa Hinata adalah kekasih sang Rokudaime Hokage.
"a-apa ternyata dia adalah kekasih hokage, pantas dia menolakku" gumamnya
kaget saat melihat foto ditangannya 'bagaimana ini' tanya Yuri dalam hati.
" aku tak boleh menyerah, walaupun harus menggunakan cara brutal sekalipun!"
gumamnya memantapkan hatinya, walaupun harus memberikan semua yang dimilikinya,
agar seroang gadis bernama Hinata menjadi miliknya, maka itupun akan Yuri
lakukan.
Mulai hari itu, Yuri terus memantau pergerakan Hinata, kemana Hinata pergi,
apa yang ia sukai, sampai informasi pribadi Hinata pun ia dapat, karena ia
adalah seorang ANBU, mencari informasi bukan merupakan perkara yang sulit ,
hampir seminggu lamanya ia tak bisa tidur hanya gara-gara memikirkan Hinata,
sampai tiba perintah itu,ya Yuri bersama timnya menerima misi dari hokage untuk
menjaga Hyuuga Hinata.
Betapa girangnya hati Yuri saat mendengar itu, Yuri pun langsung segera
mempersiapkan segala suatunya, merencanakan sampai sedetil-detilnya, malam itu
juga, Yuri langsung pergi ke suatu desa yang mempunyai klan yang memguasai jutsu
transformasi yang dapat meniru tubuh dan wajah orang lain secara sempurna, ia
pun menemui sang pemimpin klan, berkedok adalah utusan dari Konoha, ia pun
menunjukkan foto Hinata untuk digunakan sebagai alat untuk meniru tubuh dan
wajah Hinata, dan setelah selesai, Yuri pun pergi diikuti seorang gadis yang
diketahui adalah copy-an nya Hinata.
Sampai ditengah hutan, Yuri langsung melakukan rencanannya sejak awal, dia
berbalik lalu menghujam tubuh copyan Hinata itu hingga tewas, " ini sudah cukup
untuk memalsukan kematiannya" gumam Yuri.
Tak berhenti disitu, Yuri pun mempersiapkan peralatan yang lainnya seperti
kertas peledak yang dimodifikasi sedemikian rupa supaya hanya menimpulkan efek
suara ledakan besar serta kilatan cahaya yang sangat menyilaukan , dan juga
sebuah serum penghilang ingatan pun ia siapkan, dan ke-esokan harinya ia telah
dipanggil untuk melaksanakan misi itu bersama ke-4 rekan se-teamnya.
FLASHBACK OFF
O0O
" Hinata?...Hinata!" teriak Naruto seraya berlari mendekati sesosok Hinata
yang tengah berdiri tak jauh darinya , ruangan putih itu, sama seperti ruangan
tempat ia bertemu dengan kaa-san nya Uzumaki Kushina dan
tou-san nya Namikaze Minato.
" Hinata!" teriaknya sekali lagi saat jarak mereka semakin dekat, lalu...
GREBB! Naruto langusung mendekap tubuh Hinata yang berbalut
dress tanpa lengan berwarna lavender "n-Naruto-kun" gumam Hinata saat
tubuhnya didekap erat oleh Naruto.
" yokatta…yokatta..." gumam Naruto mengeluarkan air mata.
" n-Naruto-kun" ucap Hinata sekali lagi.
" Hinata.. kufikir kau sudah meninggalkanku…kata Sasuke tadi…Hinata..aku tahu
kau tak akan pernah meningalkanku.." gumam Naruto lalu melepas pelukannya.
" Naruto-kun gomen.." ucap Hinata, dan seketika itupula tubuh Hinata
langsung mengeluarkan cahaya ke-emasan.
" Hinata? T-tubuhmu kenapa?" tanya Naruto heran.
" n-Naruto-kun gomen..sementara aku tak bisa menemanimu" ucap Hinata
tersenyum manis.
" apa maksutmu?..k-kau harus terus bersamaku!" teriak Naruto tak rela
ditinggalkan Hinata, dan seketika itu pula air mata Naruto langsung menetes.
" Naruto-kun aku tak meninggalkan mu, aku Cuma pergi sebentar untuk
menyelesaikan masalah ini" ucap Hinata membelai pipi tan Naruto.
" a-apa maksutmu? Masalah?" tanya Naruto heran.
" umm.. tunggulah aku Naruto-kun" ucap Hinata lalu tubuhnya menjadi
transparan.
" h-Hinata kau mau kemana?" tanya Naruto melihat tubuh Hinata semakin
menghilang.
" kurasa cakra yang kukirim semakin habis, Naruto-kun berjanjilah
untuk menungguku" ucap Hinata meneteskan air mata.
"t-tapi kau mau kemana?" tanya Naruto kembali.
" aku hanya pergi sebentar, kau harus berjanji untukku" ucap Hinata.
" y-ya aku berjanji" ucap Naruto gelagapan lalu melihat tubuh Hinata pudar
dan menghilang "Hinata?...hinata! hinataaaa!" teriak Naruto memanggil
Hinata.
" Naruto!" teriak seorang berambut musim semi mendapati sabahatnya tiba-tiba
bangun.
" mana Hinata..hinata!" ucap Naruto panik dan berusaha beranjak dari tempat
tidurnya.
" Naruto! Tenanglah" ucap Sasuke yang juga berada di ruang rumah sakit.
" Hinata? Kemana dia? Hinata! Aku harus menemuinya" ucap Naruto menyingkirkan
lengan Sasuke yang menahan bahunya.
" Naruto! Kau harus merelakannya pergi!" bentak Sasuke.
" ha? Apa maksutmu! Hinata kemana? Dia tak mungkin meninggalkanku! Dia sudah
berjanji! Hinata!" teriak Naruto lagi, lalu...
PLAK! Sebuah tamparan dihadiahkan Sasuke "Naruto! Aku tahu bagaimana rasanya
kehilangan orang yang kita cintai, tapi kita harus tetap sabar dan tabah, semua
didunia ini punya umur, bahkan Hinata" ucap Sasuke menyadarkan Naruto.
" Hinata tak akan tenang disana bila kau seperti ini " lanjut Sasuke
mengakhiri perkataannya.
" tidak..hiks…tidak…Hinata tak akan meninggalkanku..hiks" ucap Naruto
menangis.
" tenanglah.. kau mau menghadiri pemakamannya? Dia langsung dimakamkan hari
ini" ucap Sasuke yang langsung membuat Naruto bangkit.
" aku mau kesana, dimana ?" tanya Naruto dengan tubuh bergetar " ikutlah
denganku.." ucap Sasuke " ayo Sakura" lanjut Sasuke " umm" Sakura pun melangkah
mendekati naruto dan membantu Naruto berjalan yang juga dibantu oleh Sasuke.
" kau harus tetap tenang… jernihkan pikiranmu" ucap Sasuke menasehati
sahabatnya itu.
Taman makam pahlawan desa Konoha mendadak ramai dipenuhi dengan
berpuluh-puluh orang berpakaian seba hitam, disana nampak seluruh anggota klan
Hyuuga sedang menunduk, dan juga seluruh anggota rookie yang juga mengenakan
pakaian hitam-hitam, serta terdapat godaime hokage dan juga para tetua.
Tubuh Naruto tiba-tiba kaku tak bisa bergerak melihat pemandangan didepannya,
ia tak mau percaya dengan apa yang dilihatnya.
" Naruto.. yang sabar" ucap Sakura disamping Naruto menatap nanar sahabatnya,
Naruto pun melanjutkan langkahnya sendiri tanpa dibantu Sasuke dan Sakura.
" Sasuke-kun?" ucap Sakura memandang cemas kearah Sasuke
mengkhawatirkan sahabatnya.
" biarkanlah Sakura" ucap Sasuke menatap Naruto iba.
" Naruto.." gumam Shikamaru melihat Naruto berjalan gontai kearah pati mati
milik Hinata , terlihat disana lee dan juga Ino sedang menangis
tersendu-sendu.
" kasihan Naruto.." ucap Shino.
"aku tak habis fikir Hinata akan pergi secepat ini" tambah sai yang juga
hadir dalam acara pemakaman.
Langkah Naruto semakin cepat saat pandangan matanya menemukan sebuah kotak
yang tak lain dan tak bukan adalah milik kekasihnya Hinata, Naruto terus
berjalan, sampai akhirnya sedikit berlari kecil kearah peti mati tersebut "
hokage-sama" gumam salah seorang Hyuuga melihat Naruto berlari kearah peti mati,
Naruto pun telah sampai disamping peti tersebut, dipandanginya wajah Hinata yang
terlihat sudah tak sempurna, tapi Naruto masih mengenalinya.
"H-Hinata..hiks" ucap Naruto lalu menjatuhkan lututnya, tangannya mengusap
pipi Hinata dengan lembut, air matanya tak bisa berhenti mengalir "
Naruto..sudahlah" ucap Hiashi yang langsung menyita perhatian Naruto.
" otou-san" gumam Naruto lirih.
" sudahlah..kita harus memakamkan putriku secepatnya" ucap Hiashi menarilk
lengan Naruto.
"t-tunggu, ada hal terakhir yang ingin kulakukan" ucap Naruto lalu memandang
Hinata.
" h..hime.. kau bilang padaku kalau aku harus
menunggumu…m-maka sampai kapanpun aku akan tetap menunggumu hime...
hiks..dan aku yakin kau tak akan pernah meninggalkanku bukan?" gumam Naruto
dengan berlinang air mata lalu.
CUP, naruto mengecup dahi Hinata.
Setelah itu Naruto pun bangkit dan bergabung dengan teman-temannya, acara
pemakaman pun dimulai.
Seminggu berlalu sejak hari kematian Hinata, Sejak hari itu, Naruto terlihat
kehilangan semangatnya, dia yang awalnya ceria dan suka berteriak-teriak,
menjadi seorang pendiam dan menutup diri, hanya saat bertugas menjadi hokage lah
dia akan mengeluarkan suaranya, selebihnya dia akan langsung pulang dan
mengurung diri dikamar apartemennya, semua teman-temannya sudah sangat berusaha
untuk mengembalikan semangat Naruto, tapi sepertinya itu semua sia-sia.
Naruto selalu datang saat diundang makan bersama teman-temannya, tapi saat
ditempat makan, ia hanya diam dan hanya menjawab dengan senyuman tatkala
teman-temannya bertanya sesuatu, perasaannya telah mati sejak sang pengisi
hatinya menghilang entah kemana, Naruto masih menunggu..menunggu dan menunggu…
sampai kabar itu memang benar terjadi, ya kabar yang didapatnya dalam mimpi,
jika sang kekasih hanya akan meninggalkannya sebentar " aku akan terus
menunggumu hime…sampai kapanpun"
TBC...
aduhh...semakin geje aja...hehe...moga para readers nga bingung n
kecewa...ohh iya..yang silent reader..tolong dong reviewnya...apapun..reviewnya
saya terima kok...biar saya lebih semangat lagi buat chapter
berikutnya...ohh iya minna...rencana chap 1-3 mau aku update karena blum aku kasih disclaimer...kalau di update apa reviewnya juga ilang yaa? yang tahu bisa pm aku atau post aja lewat review...thx
Sumber : https://www.fanfiction.net/s/9472296/5/Miss-You
Tidak ada komentar:
Posting Komentar