Blueberry Cake come back!!
Bersamaan dengan terbitnya fic terbaru dari
aku,aku juga mau minta maaf sama readers. Karena, aku sudah mengecewakan kalian
dengan fic ku. Dan kali ini, aku berharap tidak akan mengulangi kesalahan yang
sama. Sebelum itu, aku mohon para Sakura Lover tidak membaca fic saya karena
mengandung Sakura-bashing!!!!Enjoy it!!
Chapter 1
Rainbow Butterfly
Pria kuning ini tertunduk lesu. Berkali-kali gadis
didepannya selalu mengacuhkannya. Tidak. Lebih tepat dikatakan bahwa gadis ini
selalu merendahkannya. Ia selalu menganggap bahwa pria kuning ini tak mempunyai
kemampuan apa-apa di banding lelaki pujaannya.
"Sudahlah, Naruto. Berapa kali pun kau menyatakan
perasaanmu padaku, aku tidak akan mungkin menerima lelaki bodoh dan miskin
sepertimu. "sengit gadis mendongakan kepalanya kaget. Sepedas itukah mulut
seorang wanita?
"Sakura-chan, kau boleh memanggilku
bodoh,dungu,tolol atau apalah. Tapi, bisakah kau tidak memandang materiku?Aku
tahu, aku tak punya apa-apa. Orang tua saja tidak punya. Aku saja numpang di
rumah kakekku. Aku juga manusia biasa, yang punya perasaan. "kata Naruto sedih.
Sakura masih membelakanginya.
"Hahahahaha. Itu lelucon yang lucu. Tapi, tidak
membuatku tertawa. Ingat, Uzumaki Naruto. Aku tidak akan pernah mencintaimu.
Karena aku, hanya mencintai Sasuke-kun. Sekarang, pergi dari hadapanku!!!"usir
Sakura. Naruto tertunduk. Gadis tidak berperasaan.....
Sasuke. Uchiha Sasuke. Naruto tahu siapa dia.
Tentu saja tahu, Sasuke adalah teman masa kecilnya. Sekaligus, rivalnya. Naruto
dan Sasuke adalah sahabat. Mereka berteman sejak kecil. Sasuke salah satu murid
berprestasi di segala bidang, walau agak lemah di bidang olahraga yang salah
satu bidang prestasi Naruto, ia mampu menguasai semua bidang.
Hal ini membuat Naruto terkadang iri. Semua orang,
terutama wanita menyukai dirinya. Bahkan, gadis yang disukainya, Haruno Sakura
juga suka padanya. Tak heran kalau Naruto sedikit sensitif dengan Sasuke. Ia
juga mau bertarung sportif dengan Sasuke untuk mendapatkan Sakura, walau dia
tahu Sasuke tak menyukai Sakura.
Tapi, setelah kejadian tadi Sakura seperti
menginjak-nginjak harga dirinya. Membawanya terbang kelangit lalu dengan
mudahnya dijatuhkan ke bumi. Itu terasa sakit sekali. Naruto tak bisa berbuat
apa-apa.
Itulah kenyataan. Apa yang dikatakan Sakura memang
benar. Dia bodoh. Miskin. Tak punya apa-apa. Tapi, setidaknya dia masih
mempunyai perasaan yang sebagaimana kalau dilukai akan sakit.
"Dasar bodoh... Naruto, jelas-jelas dia tidak
menyukaimu. Mengapa kau terus mengejarnya?Padahal, dia sudah menginjak-nginjak
harga dirimu.... "gumam Naruto menendang sebuah kerikil.
Matanya menerawang ke langit biru yang bersinar
cerah. Seandainya dia mendapatkan seorang gadis manis, berambut panjang dengan
wajah polosnya yang bisa menerimanya apa adanya..
"Aarrgh!!Jangan mengkhayal yang tidak-tidak!Dasar
idiot... "umpat Naruto pada dirinya sendiri.
Langkahnya terhenti ketika ia melihat seekor
kupu-kupu berwarna-warni seperti pelangi melintas didepannya. Kupu-kupu itu
cantik sekali. Seperti malaikat yang mempunyai sayap beraneka warna.
"Hah?Kupu-kupu yang cantik..... Aku baru melihat
kupu-kupu seperti itu... "ujar Naruto. Dan, ia melihat kupu-kupu itu tersangkut
di sarang laba-laba. Segera saja Naruto melepaskannya.
"Terbanglah. Sebebas mungkin. Kepakkan sayapmu ke
atas langit. Menarilah di atas awan dengan riang. Jangan biarkan seorang pun
menangkapmu... "kata Naruto setelah melepaskan kupu-kupu itu.
Kupu-kupu pelangi itu masih mengepakkan sayapnya
di depan wajah Naruto. Seperti ada sebuah senyuman di sayap kupu-kupu itu.
Naruto mengerutkan dahinya. Kupu-kupu itu terbang. Memberi sinyal pada Naruto
agar mengikutinya.
Entah mengapa Naruto merasa kakinya ingin
melangkah mengikuti kupu-kupu itu. Naruto terus mengikuti kupu-kupu itu sampai
akhirnya ia sadar. Bahwa, dia sudah berada di sebuah hutan yang penuh pohon
sejuk.
"Aku dimana?Bagaimana aku bisa berada di
sini?"kata Naruto bingung. Kupu-kupu itu menghampiri Naruto lagi. Menyuruh
Naruto mengikutinya lagi.
Ketika Naruto mengikuti kupu-kupu itu, ia
mendengar sebuah suara yang terdengar merdu sekali. Seperti suara seruling.
Naruto mengerutkan dahinya.
"Apakah ada orang di hutan yang sejuk ini?"gumam
Naruto. Ia mencari sumber arah suara itu.
Matanya menangkap seorang gadis berambut panjang
indigo yang sedang menghadap sebuah danau sambil memainkan serulingnya. Naruto
terkejut. Ia menghampiri gadis itu.
"Maaf...... "Naruto menyentuh pundak gadis itu.
Gadis itu terkejut dan mundur beberapa langkah.
"Kyaaaaaa!!!
"Tenang, tenang!Jangan panik!Aku bukan orang
jahat. Aku... aku cuma mau tanya. Apakah kamu yang memainkan seruling itu?"tanya
Naruto menunjuk sebuah seruling mungil di tangan gadis itu.
"Hm... I-iya..... "jawab gadis itu malu. Naruto
memperhatikan wajah gadis itu. Ia baru sadar bahwa wajah gadis itu.....
Manis..
"Maaf kalau aku mengagetkanmu.. Hehehehehehehe....
Hutan ini sejuk ya?Tampaknya, jarang ada orang yang ke sini. "ucap Naruto
sembari duduk di samping gadis itu. Wajah gadis itu memerah. Naruto sadar.
"Kau kenapa?Sakit?Wajahmu merah sekali. "Naruto
memegang kening gadis itu.
"Uhm... Ti-tidak.. A-aku tidak apa-apa kok...
"kata gadis itu.
"Cara bicaramu lucu ya. Oh ya, aku belum tahu
namamu. Aku Uzumaki Naruto. Kamu?"tanya Naruto menyengir. Gadis itu tertunduk
malu.
"H-hyuuga Hinata.... "
"Hyuuga?Kamu keturunan Hyuuga?Waaah, hebat...
"puji Naruto.
"Iya..... Terima kasih... "jawab Hinata.
"Salam kenal, Hinata-chan!!Eh, ngomong-ngomong
kamu sekolah dimana?"tanya Naruto yang sok akrab memanggil Hinata dengan suffix
chan –ditabok Naruto-
"Aku... Sekolah di Konohagakuen... "jawab Hinata
singkat. Wajahnya masih ada semburat merah.
"Konohagakuen?"Naruto baru sadar kalau Hinata
memakai seragam Konohagakuen.
"Kok aku tidak pernah melihat kamu ya?"
"Ya... Aku jarang keluar kelas.. Tapi, aku tahu
kamu Naruto-kun... "kata Hinata memainkan kedua jari telunjuknya.
"Eh?Tahu aku?"
"Ya... Setiap istirahat, aku selalu melihatmu
sedang bermain basket atau sepakbola sendirian. Permainanmu hebat sekali.. Aku
suka itu.. Kamu jago sekali di bidang olahraga.. "kata Hinata tanpa sadar.
"Sepertinya... Kamu tahu banyak ya tentang
aku?"tanya Naruto membuat wajah Hinata semakin memerah..
"A-ano.. I...itu.. "
"Eh, tadi kamu ya yang memainkan seruling
itu?Merdu sekali suaranya. Aku suka mendengarnya!"Naruto memotong kalimat
Hinata.
"Ah... Arigatou... "sahut Hinata.
Naruto memperhatikan sosok Hinata. Manis, berambut
panjang, dengan wajah yang polos. Benar-benar mirip dengan kriteria yang tadi di
inginkannya. Mata Lavendernya yang cantik, rambut indigo panjangnya yang anggun,
dan wajah polosnya yang kupu-kupu pelangi tadi mendengar ucapannya?
Waktu sudah menunjukkan jam 4 sore. Dan, saatnya
mereka harus pulang.
"Aku antar ya?"tawar Naruto. Hinata membelalakan
mata lavendernya.
"Ti-tidak usah.. Nanti merepotkanmu, Naruto-kun...
"tolak Hinata halus.
"Tidak kok!Sekalian aku ingin tahu
rumahmu!Ayo!"Naruto menarik tangan Hinata. Hinata berusaha menahan agar dia
tidak pingsan.
Sebenarnya, sudah lama sekali Hinata menyukai
Naruto. Sejak pertama masuk ke Konoha High School. Tapi Hinata tahu, bahwa
Naruto pun sejak pertama masuk Konoha High School ia suka pada Sakura. Awal
mengetahui itu, Hinata merasa sangat hancur. Tertekan. Ia tahu cintanya yang
bertepuk sebelah tangan.
Gadis Lavender ini sadar, bahwa dia memang tak
bisa menandingi kepintaran gadis pink tersebut. Tapi dalam hatinya ia membuat
keyakinan. Kalau suatu saat, Naruto pasti akan menjadi miliknya....
Kyaaaaaaaaa!!!Singkat banget!!Gomenasai kalau fic
aku jelek~~~ w
Semoga kalian tidak kecewa dengan fic ku kali ini
ya??
Sumber : https://www.fanfiction.net/s/5556135/1/Rainbow-Butterfly
Tidak ada komentar:
Posting Komentar